Review Casing PC : PowerLogic Futura Neo XV100

Persaingan pasar PC rakitan, terutama di pasar komponen PC kelas entry-level pasti mengenal merk yang satu ini. Ya! PowerLogic saat ini sudah cukup dikenal oleh kalangan pengguna PC rakitan sebagai salah satu produsen casing PC, power-supply ( PSU ) dan aksesoris PC yang memiliki harga cukup terjangkau namun memiliki kualitas dan performa cukup baik.

Baru-baru ini, kami kedatangan sebuah produk casing terbaru milik PowerLogic yang dikenal dengan nama PowerLogic Futura Neo XV100. Casing terbaru dari PowerLogic ini hadir sebagai casing Mid-Tower berukuran kecil yang disiapkan untuk meramaikan pasar casing kelas Entry-level di Indonesia.

Bahkan untuk menjuarai pangsa pasar casing Entry-level Indonesia, PowerLogic tidak tanggung-tanggung membanderol Futura Neo XV100 ini dengan harga resmi di bawah Rp 200.000. Bahkan dengan harga tersebut, Futura Neo XV100 ini sudah dilengkapi dengan power-supply (PSU) bawaan yakni, PowerLogic Magnum PRO 225X, yang memiliki spesifikasi daya 450 Watt (Non-Pure), dan di-klaim mampu bekerja dengan tegangan listrik 170V~240V. Berikut review casing PowerLogic Futura Neo XV100.

Spesifikasi

Walaupun dibanderol dengan harga cukup murah, PowerLogic masih memberikan kemasan cukup rapi untuk paket penjualan casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini. Bagian depan casing Futura Neo XV100, tampil dengan desain sederhana dan futuristik. Pada bagian depan casing ini terlihat, casing ini dilengkapi 2 slot drive-bay 5,25 inch yang dapat menampung 2 unit optical drive. Selain itu, front-panel casing ini juga diletakkan pada bagian bezel depan casing ini.

Casing PowerLogic Futura Neo XV100 hadir dengan Front-panel cukup sederhana dan tampil apa adanya, yang mana pada front-panel casing ini hanya memiliki 2 buah port USB 2.0, tombol on/off, tombol reset dan I/O Audio. Side-panel kiri casing ini dilengkapi dengan 2 buah ventilasi udara yang masih bisa ditambahkan dengan fan pendingin berukuran 120 mm. Logo merk PowerLogic terukir jelas pada side-panel kiri casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini.

Pada bagian belakangnya, PowerLogic Futura Neo XV100 memiliki sebuah ventilasi udara yang dilengkapi dengan sebuah fan berukuran 80 mm. Selain itu, Anda dapat melihat bahwa casing ini memiliki 7 buah slot PCIe dan dilengkapi dengan sebuah unit power-supply ( PSU ) bawaan. Bagian side-panel kanan casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini tampil dengan desain polos.

Begitupun pada bagian atas casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini yang juga tampil dengan desain polos, tanpa adanya tambahan ventilasi udara. Bagian bawah casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini juga tampil dengan desain polos. Terlihat sebuah unit power-supply PowerLogic Magnum Pro 225X sudah terpasang dengan rapi di bagian dalam casing PowerLogic Futura Neo XV100.

Ventilasi udara bagian belakang pada casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini dilengkapi dengan sebuah fan pendingin berukuran 80 mm. Area tempat penyimpanan storage pada casing ini, mampu menampung 2 unit harddisk berukuran 3,5 inch, 1 unit SSD (menggunakan tempat pemasangan harddisk 3,5 inch bagian atas) dan 2 unit optical drive.

Setiap bagian tempat penyimpanan storage ini, terdapat label-label pada lubang baut pengunci harddisk dan SSD, sehingga pengguna dapat dengan mudah memasang harddisk dan SSD yang mereka ke dalam casing ini. Walaupun casing ini merupakan sebuah casing PC Mid-Tower yang dirancang untuk pangsa pasar kelas entry-level, ternyata PowerLogic masih menyematkan fitur cable-management pada casing ini.

Para pengguna casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini nantinya masih dapat menambahkan sebuah fan pendingin berukuran 120 mm pada bagian depan casing ini. Di dalam paket penjualan casing PowerLogic Futura Neo XV 100 ini telah dilengkapi sebuah unit power-supply bawaan “PowerLogic Magnum Pro 225X” yang memiliki spesifikasi kapasitas daya 450 watt ( Non-Pure ).

PSU bawaan “PowerLogic Magnum Pro 225X” ini menggunakan kabel non-modular. Hal tersebut cukup menjelaskan bahwa PSU ini menyediakan 1 unit kabel 24-pin ATX , 1 unit kabel 4-pin ATX 12V+ CPU, 1 kabel yang terdiri 1 konektor SATA & 1 konektor moleks 4-pin dan 1 kabel yang terdiri dari 2 konektor SATA & 2 konektor moleks 4-pin.

Secara resmi power-supply ( PSU ) Magnum Pro 225X ini memiliki spesifikasi daya maximum/Peak power mencapai 450 Watt (non-pure). Sedangkan untuk spesifikasi daya sebenarnya (pure-power), pihak PowerLogic memberikan rating PSU ini memiliki daya pure-power mencapai 225 Watt.

Meskipun pihak PowerLogic telah memberikan rating daya sebenarnya/pure-power sebesar 225 watt pada PSU tersebut, tetapi menurut pandangan kami, kemampuan PSU ini dalam menyuplai daya ke dalam sistem PC generasi saat ini berada di bawah 225 watt. Dikarenakan secara mayoritas penggunaan daya listrik pada sistem PC saat ini, menggunakan tegangan rail 12V+, baik untuk prosesor, VGA, motherboard dan komponen lainnya.

Menurut tren pasar power-supply saat ini, perhitungan spesifikasi daya sebenarnya/real-power saat ini hanya menghitung spesifikasi rail 12V+ yang dimiliki oleh setiap power-supply. Secara power-supply Magnum Pro 225X ini hanya memiliki spesifikasi single-rail 12V+ dengan kapasitas arus listrik mencapai 10 ampere, maka PSU ini bisa dibilang hanya memiliki spesifikasi daya sebenarnya/pure-power yang hanya mencapai 120 watt saja.

Walaupun memiliki spesifikasi rail 12V+ yang hanya mampu menyuplai daya 120 watt, PSU ini sepertinya masih cukup digunakan untuk sebuah sistem PC yang menggunakan prosesor dengan VGA ter-integrasi/built-in GPU (IGP) yang memiliki spesifikasi konsumsi daya maksimal/TDP rendah. Selain itu, PSU ini kurang di-rekomendasikan untuk digunakan pada sistem PC yang menggunakan VGA card Add-on/ tambahan, dikarenakan keterbatasan spesifikasi suplai daya arus listrik rail 12V+ dari PSU bawaan casing ini.

Konten paket penjualan casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini tergolong minim, yang hanya tersedia sebuah kabel power-AC untuk power supply dan kelengkapan baut yang bisa dibilang cukup terbatas atau malah kurang untuk motherboard berukuran Full-ATX yang membutuhkan 9 buah baut pengunci. Sedangkan pada paket penjualan casing ini, hanya menyediakan 6 buah baut pengunci.

PENGUJIAN

Pada pengujian kali ini, kami menggunakan beberapa hardware berikut yang akan dirakit ke dalam casing PowerLogic Futura Neo XV100. Berikut jajaran hardware yang kami gunakan untuk menguji casing tersebut.

PSU : PowerLogic Magnum Pro 225X ( PSU Bawaan )
Motherboard : ASUS H81M-C , MSI Z97 X-Power AC ( Keperluan ilustrasi )
Prosesor : Pentium G 3258
Memori : Kingston HyperX 1600 Mhz CL9 8GB kit
VGA : Nvidia Geforce GTX 680 ( Keperluan ilustrasi )
Cooling : HSF Noctua NH-D14, HSF Noctua NH-C14
Storage : HDD WD Black 500 GB, SSD Kingston HyperX

Pemasangan hard disk, SSD, dan optical drive pada casing ini dapat dilakukan dengan mudah, walaupun dengan tanpa adanya sistem screwless dan buku manual. Sistem pengujian telah berhasil dirakit ke dalam casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini. Setelah beberapa hardware terpasang, daleman casing ini terlihat cukup rapi berkat adanya fitur cable-management. Akan tetapi, cukup disayangkan kapasitas di dalam casing ini tergolong cukup terbatas, dikarenakan casing ini hanya mampu menampung 2 unit storage harddisk/SSD dan 2 unit optical-drive saja.

Dengan segala kekurangan yang ada untuk sebuah casing entry-level, ternyata PowerLogic tidak lupa untuk memberikan fitur cable-management untuk casing dibawah Rp. 200.000 ini. Hal ini cukup jarang ditemukan pada casing kelas entry-level. Fitur cable-management ini merupakan hal yang patut diperhitungkan untuk membeli casing ini.

Sebelum memasang VGA card ataupun aksesoris lainnya yang akan menggunakan PCIe slot, pengguna nantinya harus melepaskan pengunci slot PCIe ini terlebih dahulu. Penutup PCIe slot ke-2 hingga ke-7 casing ini menggunakan penutup permanen, sehingga harus dipatahkan pada saat menggunakan slot PCIe ini. Sekali dipatahkan, maka penutup ini sudah tidak dapat dipasangkan kembali lagi ke posisi semula.

Pada pengujian kali ini, kami pun mencoba untuk memasang VGA card Nvidia Geforce GTX 680 ke dalam casing ini. Dengan mengorbankan sebuah harddisk yang terpasang di bagian bawah casing ini, kami berhasil memasang sebuah VGA card kelas high-end yang memiliki ukuran fisik yang besar dan panjang ke dalam casing ini. (NB: Perlu diketahui penggunaan VGA card GTX 680 pada pengujian ini digunakan untuk menguji fungsi ruangan di dalam casing ini, kami tidak merekomendasikan penggunaan PSU bawaan casing ini untuk menghidupi sistem PC yang menggunakan VGA card Nvidia Geforce GTX 680).

Terlihat masih ada sisa sedikit ruangan untuk memasang kabel konektor power PCI-e VGA card. Hanya saja pemasangan dalam kondisi ini cukup merepotkan, kecuali kabel power PCI-e VGA card sudah dipasang terlebih dahulu sebelum memasang VGA card ke motherboard.

Dalam pengujian menggunakan motherboard berukuran Full-ATX, Casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini mampu menampung motherboard MSI Z97 X-Power yang memiliki ukuran E-ATX sekalipun. Akan tetapi cukup disayangkan, bahwa paket penjualan casing ini hanya menyediakan 6 buah baut pengunci motherboard. (NB : Motherboard MSI Z97 X-power ini hanya digunakan untuk menguji kemampuan tata ruang di dalam casing ini )

Walaupun sudah menggunakan motherboard berukuran besar, sistem cable-management casing ini masih dapat digunakan dengan baik. Cukup disayangkan, casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini tidak dapat menampung heatsink (HSF) tipe tower berukuran besar dengan baik. Pengguna sebenarnya masih dapat menggunakan heatsink tipe tower, hanya saja side-panel kiri casing ini tidak akan dapat dipasang.

Casing PowerLogic Futura Neo XV100 ini dapat menampung heatsink (HSF) tipe non-tower berukuran besar dengan baik dan side-panel kiri casing dapat ditutup dengan baik. Hanya saja ventilasi udara side-panel kiri bagian atas casing ini tidak dapat lagi diberikan fan pendingin tambahan berukuran 120 mm.

Review Casing Gaming PC : VenomRX Ultron

VenomRX Merupakan salah satu merek casing yang cukup dikenal di kalangan pengguna PC Indonesia. Banyak pengguna PC, terutama gamer, yang jatuh hati dengan produk VenomRX karena memiliki desain dan fitur yang mendekati casing gaming high-end. Menariknya, casing dari VenomRX umumnya dipasarkan di harga yang cukup murah untuk kelas fitur yang ditawarkan.

AXCXVenomRX Ultron ini adalah sebuah casing mid-tower berharga di kisaran Rp 500 ribu yang ditujukan untuk gamer yang ingin memiliki casing berkualitas baik dengan dana terbatas. Sesuai dengan janji kami pada artikel sebelumnya, berikut artikel review yang akan mengulas fitur-fitur casing VenomRX Ultron ini.

Spesifikasi

specs

Pengujian

Di pengujian kali ini, kami menggunakan hardware-hardware berikut yang akan dirakit ke dalam VenomRX Ultron.

  • PSU: CoolerMaster G750M
  • Motherboard: Gigabyte Z97X-SOC Force
  • Prosesor: Intel Core i7 4790K.
  • Cooling : Corsair H50
  • Memori: Corsair Dominator Platinum DDR3 2666 2×4 GB
  • VGA Card: GALAX GTX 980 HOF
  • Storage: SSD Corsair Neutron GTX, WD 500 Black, WD Velociraptor 300 GB 10000 RPM

Mari kita pasang perangkat-perangkat tersebut ke dalam casing ini!

Pertama-tama kami mencoba akan memasang SSD ke dalam casing ini. Terlihat di atas ruangan penyimpanan harddisk 3,5″, terdapat sebuah bracket khusus yang diperuntukan untuk SSD/harddisk berukuran 2.5″.

Kami dapat dengan mudah meletakan SSD pada bracket khusus ini dan mengunci SSD yang digunakan dengan 2 baut yang telah tersedia pada paket penjualan casing ini. Setelah memasang SSD, kami memasang harddisk 3.5″ ke dalam casing ini. Sebelum melakukan pemasangan bracket 3.5″ pada harddisk pengujian, kami harus menempelkan foam anti-getar pada bracket. Ini akan membantu mengurangi bunyi menganggu akibat getaran harddisk ketika bekerja.

Di setiap bracket harddisk 3.5″, terdapat petunjuk yang akan mempermudah pengguna casing ini untuk memasangnya ke harddisk. Setelah bracket harddisk 3.5″ terpasang sempurna, kami langsung memasukan harddisk ini ke tempat yang telah disediakan dalam casing ini. Pengguna cukup dengan mendorongnya harddisk yang telah dilengkapi bracket ke tempat yang tersedia, mekanisme pengunci akan otomatis menahan harddisk di tempatnya.

Harddisk 3.5″ dan SSD yang telah terpasang sempurna di dalam casing VenomRX Ultron. Setelah melakukan pemasangan storage, kami melanjutkan pemasangan optical drive ke dalam casing ini. Pemasangan optical drive ke dalam casing ini dapat dilakukan dengan mudah.

Setelah optical drive masuk dengan sempurna, kami mengunci optical drive ini dengan menggunakan baut khusus yang telah disediakan. Baut tersebut dapat dipasang tanpa obeng, sehingga mempermudah pengguna dalam merakit sistem ke casing ini.

Selah memasang storage dan optical drive, kami melanjutkan perakitan sistem dengan memasang PSU. Hal yang perlu dilakukan dalam pemasangan PSU adalah memposisikan PSU dari dalam casing ke tempat yang tersedia. Setelah itu, baut PSU dari luar casing.

Setelah melakukan pemasangan PSU, kami mulai mencoba merapikan kabel-kabel yang ada. Kami melihat bahwa lubang-lubang sistem cable management casing ini tidak dilengkapi dengan karet pengaman. Hal itu membuat kami harus hati-hati dalam memasukan kabel-kabel PSU yang ada agar tidak merusak sleeving kabel PSU.

Masih dalam hal cable management, untuk memasang kabel CPU 8-pin 12V+, kami melepaskan penutup bagian atas casing terlebih dahulu. Setelah melepaskan fan, akhirnya kami dapat dengan mudah memasang kabel CPU 8-pin 12V+ ke motherboard. Hal ini dilakukan karena lubang cable management untuk kabel tersebut terlalu sempit. Setelah kabel terpasang, kami memasang kembali kipas di bagian atas.

Setelah PSU dan motherboard terpasang, kami melanjutkan perakitan sistem dengan memasang radiator watercooling berukuran 120mm pada bagian belakang casing ini. Untuk pemasangan radiator 120mm pada casing ini, pengguna tidak dapat memasang radiator berdempetan langsung dengan casing, karena akan berbenturan dengan slot ekspansi casing ini. Pengguna harus terlebih dahulu memasang sebuah fan pendingin yang akan memberi jarak antara radiator dengan ventilasi belakang casing ini.

Di awal pengujian, kami mencoba memasang sebuah watercooling AIO yang menggunakan radiator berukuran 240 mm. Namun, saat kami mencoba memasang radiator berukuran 240 mm pada bagian atas casing ini, radiator 240mm ini berbenturan dengan optical drive.

Satu-satunya cara untuk menggunakan radiator 240 mm di casing ini adalah dengan melepas optical drive. Sayangnya, bagian atas tersebut tampaknya memang tidak didesain untuk mengakomodasi radiator watercooling AIO. Terbukti, ketika melanjutkan perakitan sistem, kami mendapati posisi radiator tersebut menganggu pemasangan motherboard. Komponen motherboard yang kami gunakan membentur bodi radiator dan menghambat perakitan sistem.

Untuk pemasangan expansion card, pengguna harus mematahkan penutup slot dari casing VenomRX Ultron ini. Perlu diketahui, setelah penutup slot dilepas, penutup ini tidak bisa dipasang lagi ke casing. VenomRX sendiri juga tidak menyediakan penutup tambahan untuk menutup slot yang telah terbuka.

Setelah memasang VGA card pengujian, kami langsung mengunci VGA card dengan baut yang telah tersedia di dalam paket penjualan casing ini. Untuk baut pengunci slot PCI, VenomRX hanya menyediakan baut pengunci standar, bukan baut thumbscrew yang biasanya ditemukan pada paket penjualan sebuah casing gaming kelas premium.

Casing VenomRX Ultron ini dapat dengan mudah menampung sebuah VGA card high-end GALAX GTX 980 HOF yang memiliki panjang melebihi motherboard pengujian serta dilengkapi dengan heatsink pendingin yang berukuran besar.

Ketika ingin memasang penutup kiri-kanan casing, kami mendapati ruang yang tersedia untuk cable management di sisi kanan casing ternyata kurang luas. Kami mengalami kesulitan ketika akan memasang penutup kanan casing. Juga, lubang-lubang cable management terasa terlalu dekat dengan motherboard, sehingga membuat posisi kabel agak sulit.

Selain sistem cable management, casing VenomRX Ultron ini juga dilengkapi dengan sistem fan-controller yang jarang ditemukan pada casing di harga Rp 500 ribuan.

Side panel kiri milik casing VenomRX Ultron ini dilengkapi dengan acrylic window, sehingga pengguna casing ini dapat melihat dan memamerkan komponen PC yang telah mereka rakit ke dalam casing ini. Selain itu, pengguna casing ini masih dapat menambahkan sebuah fan pendingin berukuran 120mm pada side panel kiri casing ini.

Setelah berhasil merakit komponen pengujian ke dalam casing ini, kami juga mencoba menyalakan sistem PC yang telah kami rakit untuk melihat efek lampu LED biru yang dihasilkan oleh fan pendingin berukuran 120mm yang terletak pada bagian depan casing ini.

Tidak hanya fan pendingin yang dilengkapi dengan lampu LED Biru, bagian front-panel casing VenomRX Ultron ini juga dilengkapi dengan lampu LED berwarna biru yang akan menyala ketika sistem PC dinyalakan.

Review Prosesor AMD Ryzen 5 2400G

Dua prosesor AMD Ryzen baru telah tiba untuk desktop yang menawarkan beberapa grafis inbuilt yang mengesankan yang tercepat yang pernah dibangun ke dalam prosesor desktop. AMD Ryzen 5 2400G memiliki 4 core 8 thread dengan clock dasar 3.6GHz dan dorongan hingga 3.9Ghz, sementara juga mengandung arsitektur Vega 11 untuk menggerakkan grafik.

AMD sendiri membenamkan beberapa fitur via software yang mendukung performa prosesor ini, di antaranya AMD SenseMI Technology untuk memengoptimalkan performa prosesor sesuai penggunaan, ditambah dengan Enmotus Fuze Drive untuk meningkat kecepatan proses akses storage. Prosesor ini juga dibenamkan Ryzen Master untuk memudahkan pengguna melakukan overclocking sekaligus monitoring performa. Untuk kebutuhan game, AMD Ryzen 5 2400G juga dikenali Radeon Software Adrenalin Edition dan Radeon FreeSync.

Mengingat AMD Ryzen A5 sendiri hadir sebagai generasi prosesor AMD untuk destop terbaru yakni Raven Ridge berdasarkan jumlah core dan thread CPU serta core GPU terbanyak dibandingkan seri sebelumnya maka tampaknya performanya juga yang terbaik.

Performa

Lewat pengujian menggunakan beberapa software, diperoleh hasil prosesor ini mampu menghasilkan skor 4102 poin. Sejauh ini skor tersebut masih tertinggi untuk prosesor AMD jenis APU yang pernah kami uji. Hal yang sama juga diperlihatkan dari hasil pengujian grafis untuk gaming 3DMark Firestrike.

Jadi, seharusnya pengujian AMD Ryzen 5 2400G mampu menjalankan game kategori AAA. Pada generasi prosesor AMD terdahulu, APU hanya mampu menjalankan game seperti DOTA 2 dan CS: GO dengan konfigurasi kualitas grafis rata kanan.

Dalam pengujian game The Witcher 3 dan Ashes of Singularity pada pengaturan kualitas grafis ultra, AMD Ryzen 5 2400G kurang kuat untuk memainkannya, dengan framerate yang tidak mencapai 60 fps, apalagi 30 fps.

Tentu saja hal ini membuat game mampu berjalan tapi terasa berat atau lebih lambat dari kontrol perintah yang Anda lakukan di game tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada benchmark menggunakan game Ghost Recon Wildlands, sayangnya proses benchmark dengan kualitas grafis rendah (low) gagal ditangani AMD Ryzen 5 2400G .

Kami menguji menggunakan dua game lain yakni GTA V dan Battlefield 1. Pada game Battlefield 1 dengan konfigurasi kualitas grafis rendah (low) pengujian AMD Ryzen 5 2400G mampu menghasilkan framerate tertinggi 52fps. Tentu saja angka ini masih di bawah 60 fps tapi di atas 30 fps.

Konfigurasi kualitas grafis yang sama juga diterapkan pada game GTA V. Hasilnya tercatat fps tertinggi mencapai 109. Anda bisa saja memainkan game kategori AAA selama Anda tidak memaksa untuk disajikan tampilan grafis ultra yang memanjakan mata.

Melihat hasil pengujian di atas, AMD Ryzen 5 2400G mencoba membuktikan bahwa kartu grafis yang menyatu dengan prosesor sanggup memainkan game kelas berat. AMD ingin mematahkan pakem bahwa prosesor seperti ini hanya bisa memainkan game PC populer yang mayoritas mengusung konsep MOBA.

Battlefield 1 dan GTA V adalah dua game AAA yang menuntut kinerja prosesor dan kartu grafis yang cukup mumpuni. Meskipun tidak berjalan pada pengaturan visual terbaik, terbukti bahwa AMD Ryzen 5 2400G bisa memainkan kedua game ini. Dari sini bisa terlihat bahwa game kelas berat lainnya bisa dimainkan dengan lancar, selama pengaturan visual cukup spesifik, seperti mengurangi beberapa efek tambahan yang tidak begitu terlihat selama bermain.

Untuk pengujian kecepatan mengolah perintah atau data, kami menggunakan SuperPI dan simulasi proses kompresi sekaligus ekstraksi file berukuran 1GB. Semakin cepat waktu yang dibutuhkan maka hasilnya semakin baik.

Review Prosesor Intel Core i7-8770K

Prosesor Intel Core i7-8700K merupakan generasi pertama dari rangkaian Coffee Lake kedelapan. Ini cepat dan harga bagus, membuat upgrade yang sangat menggiurkan. Sepertinya prosesor generasi ketujuh dari Intel baru sekitar beberapa bulan, tetapi sekarang Kaby Lake telah digantikan oleh Coffee Lake dan sekarang kami meninjau kembali unggulan: Core i7-8700K.

Ini adalah Core i7 pertama yang memiliki enam inti, jadi meskipun ini adalah generasi keempat yang menggunakan proses pembuatan 14nm, itu bukan sebuah chip untuk segera dihapus. Ada satu halangan jika Anda berharap untuk meng-upgrade, meskipun: Coffee Lake membutuhkan motherboard dan chipset baru. Meskipun memiliki jumlah pin yang sama dan menggunakan soket LGA 1151, konfigurasi pin sebenarnya sangat berbeda.

Fitur dan spesifikasi

Intel Core i7-8770K Specs :

  • Six-core 64-bit processor
  • 12 threads
  • Base clock: 3.7GHz
  • Turbo Boost 2.0 (single-core): 4.7GHz
  • Level 3 Cache: 12MB
  • Memory support: Dual-channel DDR4-2666
  • TDP: 95W
  • Multiplier unlocked

Intel telah terus mengoptimalkan proses 14nm selama bertahun-tahun tetapi masih mengejutkan bahwa ia telah berhasil mengekstrak lebih banyak kinerja setelah Kaby Lake. Sebagai tokoh keseluruhan, Intel mengatakan Coffee Lake 15 persen lebih cepat daripada Kaby Lake, yang 15 persen lebih cepat daripada Skylake. Namun peningkatan nyata, menurut Intel, adalah dalam game.

Melihat spesifikasi, jelas bahwa dua inti ekstra dan empat utas adalah yang memberi peningkatan kecepatan terbesar pada i7-8700K, tetapi jangan mengabaikan kecepatan clock tersebut. Jam dasar sudah layak di 3.7GHz (itu adalah kecepatan boost Ryzen 7 1800X), tetapi akan meningkatkan hingga 4.7GHz pada satu inti.

Pada dua core itu akan pergi ke 4.6GHz, tiga hingga 4.5GHz, empat hingga 4.4GHz dan 4.3GHz pada keenamnya. Akhiran K – karena semua penggemar Intel akan tahu – artinya chip ini dibuka kuncinya sehingga Anda dapat mendorong kecepatan ini jika Anda memiliki motherboard yang cocok dan lebih dingin.

Tanpa overclocking, chip ini mendukung memori DDR4-2666 dual-channel, tetapi ini dapat di-overclock hingga 4400MHz. Motherboard Asus Prime Z370-A yang kami gunakan untuk pengujian (£ 159,99 dari Overclockers UK) mendukung RAM hingga 4000MHz, namun.

Ada 12 MB L3 cache dan 1.5MB L2 cache dibagi antara semua enam core (256KB per core). Ada dukungan untuk 40 jalur PCIe, tetapi hanya 16 yang ditransfer langsung ke CPU. Yang lain harus berbagi koneksi DMI 3.0 ke prosesor, yang berarti kinerja dapat dibatasi jika Anda pergi untuk motherboard dengan beberapa slot M.2 untuk drive NVMe.

Meskipun Anda mungkin menganggapnya tidak adil untuk mencantumkan built-in GPU terakhir, hampir sebagai catatan tambahan, hampir semua orang yang memilih 8700K akan memasangkannya dengan kartu grafis terpisah dan kemungkinan besar sesuatu yang high-end. Intel UHD 630 Graphics pada dasarnya identik dengan GPU yang ditemukan pada prosesor Kaby Lake.

Meskipun dapat menangani beberapa permainan tanpa mencelupkan di bawah 30fps, kemungkinan besar Anda akan berjalan pada 720p atau dengan pengaturan kualitas yang ditolak. Tidak apa-apa jika Anda memiliki Core i3 – atau mungkin bahkan i5 – tetapi itu tidak benar-benar dipotong dalam chip high-end seperti ini.

Performanya

Disinilah bagian yang paling menarik. Dari berbagai pengujian yang sudah dilakukan, mulai dari pengujian sintesis hingga pengujian menggunakan game, Core i7-8700K memiliki performa yang lebih unggul, bahkan dari segi performa gaming dan single threading-nya.

Beradasarkan pengujian menggunakan PCMark 8 dan Cinebench R15, prosesor ini menunjukkan performa yang sangat bagus, baik dalam hal single threading maupun multi threading. Skor pengujiannya juga paling tinggi, bahkan lebih tinggi dalam segala aspek daripada Ryzen 5 1600X yang memiliki konfigurasi core dan thread serupa.

Berikut adalah perbandingan performanya :

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Core i7-8700K juga memiliki performa single threading yang sangat baik. Tidak heran jika prosesor ini otomatis memiliki performa gaming yang juga sangat baik, bahkan lebih bagus dari Core i7-7700K yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu prosesor terbaik untuk bermain game. Anda bisa melihat hasil uji performanya di diagram berikut ini:

Kesimpulan

Dari pengamatan terhadap spesifikasi yang ditawarkan, fitur, serta performanya, Core i7-8700K memang sangat menggiurkan. Pasalnya, ia bisa berperan sebagai prosesor yang sangat mumpuni untuk berbagai kegiatan profesional karena jumlah core-nya yang lebih banyak, serta masih sangat kencang untuk bermain game. Biasanya kebutuhan antara keduanya memang harus dikorbankan salah satu.

Meski demikian, harganya dipatok lebih mahal dari dua prosesor lain yang kali ini saya bandingkan. Core i7-8700K dibanderol Rp6,3 juta. Harga tersebut Rp1 juta lebih mahal dari Core i7-7700K dan hampir dua kali lipat dari Ryzen 5 1600X.

Ini membuat Core i7-8700K bagi saya kurang cocok jika Anda sudah memiliki PC dengan prosesor satu atau dua generasi sebelumnya, apalagi Anda membutuhkan motherboard baru untuk menggunakan prosesor ini.

Sementara jika Anda masih menggunakan prosesor berumur lebih dari lima tahun dan ingin melakukan upgrade, Coffee Lake Core i7-8700K merupakan pilihan yang tepat.

Review Graphics Cards : AMD Radeon RX Vega 56

Kartu grafis AMD Radeon RX Vega mengisi celah yang sudah lama berdiri di ujung performa tinggi dari jangkauan, di mana Nvidia telah lama memerintah sepenuhnya tidak tertandingi. Dirilis bersama Radeon RX Vega 64 yang lebih kuat (dan itu bahkan versi water-cooled yang lebih cepat), Radeon RX Vega 56 bisa dibilang yang paling menarik dari tiga papan karena memberikan kinerja superior dengan harga yang ditetapkan untuk menggoda banyak orang.

Fitur dan Desain

The Radeon RX Vega 56 adalah versi cut-down dari RX Vega 64 dan karena itu sangat mirip baik secara internal maupun eksternal. Dalam desain referensi mereka, kedua kartu tampak sebagai perangkat yang sangat kotak, namun tidak tidak menarik, dengan kualitas build yang meyakinkan tinggi yang menampilkan perumahan logam dengan kipas tunggal yang terpasang dan lempengan logam sepanjang-panjang.

Radeon RX Vega 64 Liquid Cooled Radeon RX Vega 64 Radeon RX Vega 56
Architecture Vega 10 Vega 10 Vega 10
Manufacturing Process 14nm 14nm 14nm
Transistor Count 12.5 billion 12.5 billion 12.5 billion
Die Size 486 mm2 486 mm2 486 mm2
Next Gen Compute Units 64 64 56
Stream Processors 4096 4096 3584
Base GPU Clock 1406 MHz 1274 MHz 1156 MHz
Boost GPU Clock 1677 Mhz 1546 MHz 1471 MHz
Memory Bandwidth 484 GB/s 484 GB/s 410 GB/s
Peak SP Performance Up to 13.7 TFLOPS Up to 12.7 TFLOPS Up to 10.5 TFLOPS
Peak Half Precision Performance Up to 27.5 TFLOPS Up to 25.3 TFLOPS Up to 21.0 TFLOPS
Texture Units 256 256 256
Peak Texture Fill-Rate Up to 429.3 GT/s Up to 395.8 GT/s Up to 330.0 GT/s
ROPs 64 64 64
Peak Pixel Fill-Rate Up to 107.3 GP/s Up to 98.9 GP/s Up to 94.0 GP/s
High Bandwidth Cache (HBM2) 8GB 8GB 8GB
Memory Bandwidth 483.8 GB/s 483.8 GB/s 410 GB/s
Memory Interface 2048 bit 2048 bit 2048 bit
Board Power 345W 295W 210W

Papan dual-slot 28 cm memiliki empat output monitor, termasuk tiga DisplayPort 1.4 dan satu konektor HDMI 2.0b. Ini memungkinkan pengaturan multi-monitor ‘Eyefinity’, layar 4K dan HDR. Khususnya tidak ada adalah konektor DVI, tetapi Anda dapat memasang monitor DVI melalui adaptor jika Anda perlu. Ini juga membutuhkan dua konektor power 8-pin PCI-E berikutnya yang merupakan deretan LED yang diprogram untuk menunjukkan kinerja GPU.

RX Vega 56 spesifikasi cukup banyak identik dengan RX Vega 64 kecuali bahwa ia memiliki, seperti namanya, 56 unit komputasi diaktifkan daripada 64 unit komputabel lengkap dari model andalannya. Dewan dinilai pada 210 Watts yang relatif tinggi.

GPU RX Vega 56 hadir dengan 3584 Stream processor diaktifkan daripada Vega 64’s 4096 dan hadir dengan clock clock berkecepatan lebih rendah 1156 MHz, bukan 1,274 MHz. RX Vega 56 akan meningkatkan hingga 1.471 MHz di bawah beban dalam konfigurasi default-nya.

Seperti saudara-saudaranya yang lebih besar, RX Vega 56 memiliki memori highGBM ‘HBM2’ 8GB, yang di papan ini memberikan hingga 410 GB / dtk. 484 GB pada Vega 64. Ini merupakan pengganda dua GB yang tersedia di papan ‘RX Fury’ sebelumnya dan akhirnya memungkinkan AMD untuk bersaing dengan papan Nvidia setara pada memori total. Pengontrol Cache Bandwidth Tinggi (HBCC) baru dari AMD juga memungkinkan papan RX Vega mengakses memori sistem PC Anda dengan kecepatan tinggi, berpotensi memberikan akses game Anda ke sejumlah besar RAM total.

RX Vega juga membawa dukungan untuk DirectX 12.1 daripada 12.0 yang didukung oleh seri RX 5xx dan juga akan memungkinkan lebih banyak tampilan resolusi tinggi untuk dihubungkan pada saat yang bersamaan. Misalnya Anda sekarang dapat menghubungkan tiga monitor 4K pada saat yang sama, semua berjalan pada 60Hz.

Kinerja

Radeon RX Vega 56 adalah langkah besar dari Radeon RX 580, dan hanya sedikit di belakang Radeon RX Vega 64 yang lebih mahal. Ini menempatkannya pada posisi yang menarik sedikit di depan Nvidia’s GTX 1070. Ini tampaknya menjadi motivasi. di belakang Nvidia melawan dengan GTX 1070 Ti baru.

Dalam pengujian kami, Radeon RX Vega 56 melakukan pukulan dengan GTX 1070 dan sering melampaui posisinya. Ini berarti performa yang solid di 2560×1440 dengan 60 fps dan Anda bahkan dapat mencobanya dengan resolusi 4K, terutama jika Anda bermain di TV 30Hz daripada monitor 60Hz. Jika Anda ingin membeli layar yang kompatibel untuk kartu grafis baru Anda, monitor FreeSync yang lebih murah juga merupakan faktor yang harus dipertimbangkan karena Anda harus membayar lebih untuk monitor G-Sync yang kompatibel dengan kartu Nvidia.

The Radeon RX Vega 56 juga merupakan pemain VR yang solid, memberikan daya yang cukup mudah untuk kelancaran gameplay pada perangkat keras saat ini.

Ketika membandingkan dengan RX Vega 64, kami melihat kinerja sekitar 10 persen lebih rendah tetapi dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Ini berarti Anda akan dapat memainkan game yang sama pada pengaturan yang kurang lebih sama sambil menyimpan sedikit uang, dan inilah yang akan membuat kartu RX Vega 56 menjadi pilihan nilai-untuk-uang yang lebih baik bagi banyak gamer – selama Anda benar-benar dapat menemukan papan untuk dijual di mana saja dekat dengan harga yang disarankan.

Kami menemukan bahwa kartu menjadi sangat keras di bawah beban saat kipas tunggal itu melambai hingga kecepatan penuh. Namun, kartu Vega RX dapat disetel dan di-tweak secara signifikan melalui perangkat lunak driver Windows, tidak hanya untuk overclocking biasa tetapi juga untuk mengendalikan konsumsi daya. Banyak pengguna yang mendapati bahwa mereka dapat mengurangi jumlah total daya yang dibutuhkan oleh ‘undervolting’ kartu, sehingga menghasilkan operasi yang lebih dingin dan lebih tenang daripada yang Anda dapatkan dengan konfigurasi default.

Review Graphics Cards : MSI GeForce GTX 1070 Ti Gaming 8G

Menampilkan prosesor grafis terbaru Nvidia, MSI GeForce GTX 1070 Ti Gaming 8G memberikan kombinasi kinerja, fitur, dan nilai yang menarik. MSI GeForce GTX 1070 Ti Gaming 8G menampilkan pendingin dual-fan ‘TwinFrozr VI’ milik Msi dan papan logika yang dirancang khusus, MSI GeForce GTX 1070 Ti Gaming 8G sangat berbeda dari referensi Nvidia atau desain ‘Founders Edition’, memberikan kinerja ekstra dan tenang, atau bahkan diam , operasi. Tas ini memiliki potensi, tetapi Anda harus menggantinya sendiri untuk mendapatkan yang terbaik dari itu.

Fitur dan Desain

Jika Anda pernah melihat papan grafis seri Gaming MSI sebelumnya, maka model baru ini tidak akan menyimpan kejutan. Selesai dalam warna hitam dan merah, fitur desain PCB kustom atasnya dengan pendingin dual-fan ‘TwinFrozr VI’ MSI. Ini terlihat persis seperti GTX 1070 Gaming X 8G, sebenarnya.

Perubahan perangkat keras ini memberi beberapa keunggulan pada papan atas desain Edisi Pendiri Nvidia standar, termasuk kipas yang lebih tenang dan kinerja pendinginan yang lebih baik. Seperti biasa, kipas ini akan mati total jika tidak diperlukan, sehingga operasi sepenuhnya diam. Ini juga dilengkapi dengan backplate logam berventilasi untuk melindungi kartu dari pukulan dan goresan sambil membantu untuk tetap dingin.

Papan Edisi 1070 Ti Pendiri menggunakan konektor daya 8-pin tunggal, tetapi papan MSI ini menambahkan konektor 6-pin kedua untuk memungkinkan kebutuhan daya ekstra overclocking.

Board membutuhkan case yang cukup besar untuk mengakomodasi lebar 2,5-slot dan panjang 279mm. Ini memiliki tiga konektor DisplayPort 1.4 bersama dengan port HDMI 2.0 tunggal dan soket Dual-Link DVI untuk layar yang lebih lama. Ini juga mendukung konfigurasi multi-kartu melalui sepasang konektor SLI standar di bagian atas.

Desain merah dan hitam yang eye-catching, dikombinasikan dengan heatpipe ekspos yang menonjol dari pendingin custom memberikan MSI tampilan yang berbeda yang dibuat lebih mencolok oleh RGB LED pencahayaan yang dapat disesuaikan menggunakan perangkat lunak yang disediakan untuk melakukan berbagai efek dalam pelangi penuh warna – sempurna untuk melihat melalui jendela samping transparan dari kasus PC game favorit Anda.

Apa itu GTX 1070 TI?

Inti dari papan ini adalah, tentu saja, prosesor Nvidia GeForce 1070 Ti, tetapi apa itu dan mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk membelinya?

Jawaban singkatnya adalah sangat dekat dengan GTX 1080. Sangat dekat, pada kenyataannya, bahwa Nvidia harus mengambil langkah untuk membatasi kinerjanya untuk memastikan bahwa itu tidak mengganggu di wilayah GTX 1080. Jadi mengapa Nvidia membuat kartu semacam itu di tempat pertama?

Mengikuti konvensi penamaan lama Nvidia, slot GTX 1070 Ti di atas standar GTX 1070 dan di bawah bekas unggulan konsumen, GTX 1080. Semua kartu ini didasarkan pada prosesor grafis ‘GP104’ yang sama, tetapi dibedakan dari masing-masing lainnya dengan mengaktifkan atau menonaktifkan core grafis internal dan fitur eksternal seperti dukungan memori dan kecepatan clock.

Membuat prosesor grafis baru pada titik kinerja ini memberikan Nvidia penantang langsung untuk AMD Radeon RX Vega 56, yang diluncurkan dengan kinerja yang sedikit lebih tinggi daripada GTX 1070 standar. GTX 1070 Ti karenanya memberi pelanggan setia alternatif Nvidia yang layak tanpa harus membayar ekstra untuk GTX 1080 yang lebih mahal.

Review Asus ROG Strix GeForce GTX 1080

Asus ROG Strix GeForce GTX 1080 mengambil prosesor grafis andalan Nvidia dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih cepat, lebih kaya fitur dan jauh lebih cantik. NVidia GTX 1080 adalah prosesor grafis konsumen tercepat yang dapat Anda beli saat ini, bahkan melampaui ukuran yang luar biasa, dan sangat mahal, GeForce Titan X. Namun versi Nvidia sendiri, Edisi Pendiri, ditinjau, tidak memiliki banyak lonceng dan peluit yang kita miliki diharapkan dari vendor pihak ketiga. Sebagai satu-satunya versi yang tersedia, itu juga sedikit lebih mahal.

Fitur dan desain

Dimulai dengan PCB, kartu Asus jauh lebih besar dari model referensi Nvidia. Ini juga terlihat sangat berbeda: tidak satu, tetapi tiga kipas pendingin menghiasi papan, dipasang ke heatsink yang dirancang khusus dari Asus, dilengkapi dengan heatpipe pendingin yang besar.

Bersama-sama, komponen ini membentuk apa yang Asus sebut sebagai pendingin ‘DirectCU III’ dan klaim akan memberikan pendinginan 30 persen lebih baik sementara tetap tiga kali lebih tenang daripada versi Nvidia.

Pendinginan yang lebih baik diterjemahkan menjadi overclocking yang lebih mudah, sementara operasi yang lebih tenang dapat menghentikan PC Anda terdengar seperti mencoba untuk lepas landas saat Anda meluncurkan game – terutama jika Anda menggabungkan dua atau lebih kartu ke dalam sistem SLI multi-GPU. Seperti yang sering terjadi pada kartu game high-end, penggemar Strix akan berhenti sepenuhnya untuk operasi senyap saat kinerja game tidak diperlukan.

Untuk memastikan papan memiliki kekuatan yang cukup untuk overclocking yang serius, tambahan konektor daya 6-pin telah ditambahkan untuk melengkapi soket 8-pin yang ditemukan pada desain aslinya.

Asus juga dilengkapi pencahayaan penuh warna baik di bagian depan kartu dan di backplate. Ini dapat dialihkan ke salah satu dari 16 juta warna yang berbeda, atau ke salah satu dari enam mode operasi yang dikontrol perangkat lunak yang berbeda, termasuk pernapasan, nyala dan bersepeda warna serta berdenyut sebagai respons terhadap musik. Anda juga dapat mengatur LED untuk mengubah warna sebagai respons terhadap suhu GPU, sehingga Anda dapat melihat ketika kartu Anda bekerja keras dan mungkin mengambil tindakan jika tampaknya terlalu panas.

Untuk pendinginan yang lebih baik, Strix GeForce GTX menyediakan header kipas tambahan di papan yang dapat Anda sambungkan ke kipas case standar yang dipasang ke PC Anda. Kartu grafis kemudian dapat mengendalikan kipas ini, untuk meningkatkan aliran udara yang diarahkan ke papan hanya jika diperlukan.

Asus juga membuat perubahan kecil pada port video dengan menambahkan port HDMI kedua sebagai pengganti konektor DisplayPort ketiga yang ditemukan di Founders Edition. Hal ini seharusnya mempermudah pemasangan headset VR pada saat yang sama dengan monitor Anda, meskipun dalam hampir semua kasus Anda tidak akan kesulitan menggunakan adaptor untuk mengkonversi antara DisplayPort dan HDMI sesuai kebutuhan.

Overclocking

Versi kartu yang telah kami ulas, dilengkapi dengan pre-loaded dengan tiga profil kecepatan yang dapat dipilih dari perangkat lunak GPU TweakII yang disediakan. Paling lambat, “Silent Mode”, mengorbankan kinerja dan pendinginan demi operasi yang tenang, sementara default, “Mode Game” meningkatkan kecepatan jam puncak dari 1733MHz ke 1898MHz. Pengaturan tercepat, “Mode OC” mendorong kecepatan clock lebih jauh lagi, ke 1936MHz

Untuk mendapatkan kinerja terbaik dari kartu, perangkat lunak ini juga memungkinkan Anda mengontrol semua parameter overclocking secara manual. Jika Anda merasa nyaman melakukan hal semacam ini sendiri, Anda dapat memilih versi kartu yang belum di-overclock yang masih menyediakan banyak ruang untuk tweaking manual, hanya tanpa jaminan kinerja model overclock pabrik. Lebih penting lagi, Anda harus berhati-hati saat memesan karena kedua model berbagi nama model yang hampir sama. Yang dengan “O8G” dalam nama model adalah versi pabrik-overclock.

Salah satu fitur penting dari GPU TweakII adalah mode Gaming Booster, yang mencoba untuk mematikan semua program dan layanan Windows yang tidak perlu untuk mencegah mereka memonopoli sumber daya sistem dan memperlambat gim Anda. Setelah menjalankan Game Booster, kami memperhatikan peningkatan respons umum, tetapi beberapa program ditutup yang kami akan terus jalankan. Misalnya, utilitas trackball telah dihapus yang menyebabkan penugasan tombol hilang, seperti juga utilitas Corsair Link yang digunakan untuk mengontrol sistem pendingin pada rig uji kami. Anda memiliki kemampuan untuk mengontrol secara manual program mana yang dihentikan, tetapi hanya menekan tombol dan berharap dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan.

Kinerja

Ketika datang ke performa mentah, angka-angka itu berbicara sendiri. Kami menguji papan dalam “mode OC”, yang merupakan yang tercepat dari tiga mode kinerja yang telah ditetapkan. Anda harus perhatikan bahwa dewan pengecer tidak dikonfigurasi untuk menggunakan mode ini secara default, tetapi kami merasa bahwa jika Anda akan menghabiskan uang ekstra di papan seperti ini, Anda akan ingin mendorongnya secepat itu bisa pergi.

Seperti yang Anda harapkan, Asus ROG Strix GeForce GTX 1080 overclock secara meyakinkan melampaui Founders Edition, tetapi Anda harus mendorongnya ke resolusi yang sangat tinggi untuk melihat perbedaan yang sangat berguna. Hingga resolusi 1080p, benar-benar tidak ada keunggulan kinerja untuk dilihat, tetapi setelah Anda mencapai 4K, perolehan sekitar 10 persen terlihat jelas dalam Isolasi Alien. Asus mengutip peningkatan kinerja dari 5,7 persen menjadi 7,4 persen di atas Edisi Pendiri, jadi kami dapat mengonfirmasi bahwa keuntungan yang lebih baik adalah mungkin. Satu titik negatif kecil adalah bahwa kita memperhatikan “coil whine” yang terdengar selama pengujian, yang tidak jelas dari Edisi Pendiri.

Review RAM HyperX Predator DDR4 dan DDR3

Virtual Reality telah menjadi topik yang paling panas diperbincangkan akhir-akhir ini. Games dan APP di terapkan untuk perangkat VR telah menarik perhatian gamer dan setiap orang tidak sabar untuk terjun masuk kedalam dunia gaming. Namun, tidak hanya dibutuhkan sebuah perangkat VR untuk mendapatkan pengalaman realitas alternatif. HyperX, sebuah divisi Kingston Technology, pemimpin dunia independen untuk berbagai produk memori, memberikan solusi total untuk kalangan gamer agar dapat mengupgrade sistem mereka dan memastikan sistem tersebut dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Untuk mendapatkan pengalaman gaming VR yang menyenangkan dan lancar, sangat direkomendasikan untuk memiliki paling tidak modul 8GB di dalam sebuah sistem, dan 16GB jika Anda ingin bekerja untuk 3D rendering dan edit video. Untuk kalangan gamer yang ingin melakukan upgrade RAM, sebentar lagi kami akan meluncurkan DDR4 Predator. Desain agresif menawarkan disipasi panas yang lebih baik untuk mengoptimalkan kehandalan sementara heat spreader alumunium hitam dan PCB hitam menambahkan penampilan hardware PC terkini Anda menjadi lebih keren.

Dengan frekuensi cepat hingga 3333MHz dan kapasitas total hingga 64GB, DDR4 Predator akan menjamin Anda tidak terhambat ketika masuk dalam virtual reality. DRAM DDR4 HyperX Predator memberikan frekuensi cepat dengan latensi rendah CL15-CL16 untuk membuat para pengguna enthusiast dan kalangan gamer terus memimpin. DRAM DDR3 HyperX Predator juga tersedia dalam kecepatan hingga 2666MHz dengan latensi rendah CL9-CL11 untuk keseluruhan sistem yang lebih cepat.

Baik DDR4 HyperX Predator dan DDR3 telah 100 persen teruji di pabrik sesuai kecepatannya dan didukung oleh garansi seumur hidup, gratis dukungan teknis dan daya tahan yang terkenal.

Selain upgrade komponen, headset HyperX Cloud Revolver terbaru juga merupakan pasangan yang sempurna untuk para gamer mendapatkan pengalaman VR yang menyeluruh. Berfiturkan tingkat suara studio dengan driver directional 50mm, HyperX Cloud Revolver memberikan kedalaman yang lebih lebar dan mendalam untuk meningkatkan presisi dalam lingkungan terbuka permainan virtual reality, dan akan sangat sesuai antara visual dengan kinerja audio sempurna.

HyperX merupakan divisi produk berkinerja tinggi dari Kingston Technology yang meliputi produk memori DDR4 dan DDR3 berkecepatan tinggi, SSD, USB Flash drive, dan aksesoris gaming. Ditujukan untuk kalangan gamer, overclocker dan enthusiast, HyperX dikenal di seluruh dunia akan kualitas, kinerja dan inovasinya.

Fitur dan Spesifikasi HyperX Predator Refresh DDR4 :

  • Heat spreader aluminum dengan tampilan baru : Kepadatan heat spreader baru dalam alumunium hitam memberikan disipasi panas lebih baik untuk mengoptimalkan daya tahan. Heat spreader dan PCB memberikan tambahan tampilan dan desain pada hardware PC terbaru, sehingga Anda dapat mendominasi gaya HyperX.
  • Kinerja ekstrim DDR4 : HyperX Predator DDR4 melengkapi prosesor Intel 6 dan 8 core untuk edit video lebih cepat, 3D rendering, AI proses dan tentunya gaming. Produk ini tersedia dalam kecepatan hingga 3333MHz dan modul 4GB–16GB serta kit bersertifikasi 8GB–64GB yang telah diuji ketat untuk kompatibilitas dan kinerja.
  • Dioptimalkan untuk chipset Intel seri 100 dan motherboard X99 : HyperX Predator DDR4 dirancang untuk kompatibilitas dan kinerja tertinggi untuk prosesor Intel Core i7 HEDT bersama dengan chipset seri 100 dan motherboard X99. Profil Hand-tuned membuat pengguna mudah melakukan overclock dan mendapatkan frekuensi kinerja lebih tinggi dan timing lebih rendah.
  • Konsumsi daya lebih rendah dibandingkan DDR3 : Pada 1.35V untuk semua part, HyperX Predator DDR4 memberikan keuntungan penuh efisiensi daya yang diberikan oleh DDR4 dengan menurunkan konsumsi daya lebih baik dari DDR3. Daya lebih rendah menghasilkan panas lebih sedikit dan daya tahan lebih tinggi. DDR4 Memory
  • Kapasitas : 4GB–16GB modul dalam kit 8GB–64GB
  • Kecepatan Frekuensi : 3000MHz, 3200MHz, 3333MHz
  • CAS Latency : CL15–CL16
  • Tegangan : 1.35V
  • Suhu Pengoperasian : 0°C hingga 85°C
  • Suhu Penyimpanan : -55°C hingga 100°C
  • Ukuran : 133.35mm x 42.2mm
  • Kompatibel : dengan chipset Intel seri 100 dan motherboard X99

HyperX Predator Refresh DDR4

Part Number

Deskripsi

HX430C15PB3K2/8 8GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX430C15PB3K4/16 16GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX430C15PB3K2/16 16GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX430C15PB3K4/32 32GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX430C15PB3K2/32 32GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX430C15PB3K4/64 64GB 3000MHz DDR4 CL15 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX432C16PB3K2/8 8GB 3200MHz DDR4 CL16 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX432C16PB3K4/16 16GB 3200MHz DDR4 CL16 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX432C16PB3K2/16 16GB 3200MHz DDR4 CL16 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX432C16PB3K4/32 32GB 3200MHz DDR4 CL16 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX433C16PB3K2/16 16GB 3333MHz DDR4 CL16 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black

Fitur dan Spesifikasi HyperX Predator Refresh DDR3:

  • Heat spreader alumunium dengan tampilan baru : Kepadatan heat spreader baru dalam alumunium hitam memberikan disipasi panas lebih baik untuk mengoptimalkan daya tahan. Heat spreader dan PCB memberikan tambahan tampilan dan desain pada hardware PC terbaru, sehingga Anda dapat bermain dan memenangkan permainan dengan gaya HyperX.
  • Kinerja ekstrim DDR3 : HyperX Predator DDR3 melengkapi prosesor Intel Core i5 dan i7 untuk edit video lebih cepat, 3D rendering, AI processing dan tentunya gaming. Produk ini tersedia dalam kecepatan hingga 2666MHz dan modul 4GB serta 8GB dan memiliki kit bersertifikasi 8GB–32GB yang telah teruji ketat untuk kompatibilitas dan kinerja.
  • Mengoptimalkan chipset Intel seri 9 dan motheboard X79 : HyperX Predator DDR3 dirancang untuk kompatibilitas dan kinerja tertinggi untuk prosesor Intel Core i5, Core i7 dan Core i7 HEDT bersama dengan chipset seri 9 serta motherboard X79.
  • Teruji 100 persen pabrik pada kecepatan : Membuat Anda selalu didepan, HyperX Predator DDR3 telah 100 persen teruji di pabrik pada kecepatan dan didukung oleh gratis dukungan teknis dan daya tahan yang terkenal.
  • Kapasitas : 4GB–8GB modul dalam kit 8GB–32GB
  • Frekuensi : Kecepatan 1866MHz, 2133MHz, 2400MHz, 2666MHz
  • CAS Latency : CL9–CL11
  • Tegangan : 1.5V–1.65V
  • Suhu Pengoperasian : 0°C hingga 85°C
  • Suhu Penyimpanan : -55°C hingga 100°C
  • Ukuran : 133.35mm x 41mm
  • Kompatibel dengan : Intel seri 9 dan chipset X79

HyperX Predator Refresh DDR3

Part Number

Deskripsi

HX318C9PB3K2/8 8GB 1866MHz DDR3 CL9 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX318C9PB3K2/16 16GB 1866MHz DDR3 CL9 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX318C9PB3K4/32 32GB 1866MHz DDR3 CL9 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX321C11PB3K2/8 8GB 2133MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX321C11PB3K2/16 16GB 2133MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX321C11PB3K4/32 32GB 2133MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX324C11PB3K2/8 8GB 2400MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX324C11PB3K2/16 16GB 2400MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black
HX324C11PB3K4/32 32GB 2400MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 4) XMP HyperX Predator Black
HX326C11PB3K2/8 8GB 2666MHz DDR3 CL11 DIMM (Kit of 2) XMP HyperX Predator Black

Review MSI X299 XPower Gaming AC : Flagship Fantasy

MSI motherboard andalan untuk HEDT X299 XPower Gaming AC. XPower Gaming AC menarik dari overclocking dan silsilah antusias serta termasuk fitur lebih terfokus pada game, yang dirancang untuk menarik bagi khalayak yang lebih luas. MSI juga berfokus pada penyimpanan, termasuk dukungan U.2 dan kemampuan untuk menggunakan lima perangkat M.2 di luar kotak.

Review MSI X299 XPower Gaming AC

Model MSI XPower generasi sebelumnya terutama difokuskan pada overclocking ekstrim dan penggemar yang ingin memeras setiap MHz terakhir dari CPU mereka. Papan dirancang dengan pengiriman daya yang cukup untuk dapat menangani apa saja yang dilemparkan padanya, serta beberapa aksesoris hanya overclocking. Seiring berjalannya waktu, kami telah melihat garis mulai mengaburkan pasar antara overclocking, penggemar, dan game, dan sekarang kami memiliki papan crossover, seperti yang ini, yang menggabungkan set fitur.

X299 XPower Gaming AC memiliki total empat slot PCIe yang mendukung hingga 4-Way SLI / Crossfire. Slot M.2 ditemukan di antara slot PCIe, masing-masing dengan heatsink sendiri. Jika tiga slot M.2 tidak cukup, MSI menyertakan kartu tambahan untuk dua slot tambahan x4 PCIe 3.0 M.2 dengan total lima. Unik untuk papan MSI tertentu, heatsink M.2 bagian atas tergantung di dasar dengan heatsink chipset dan ditahan di tempatnya oleh tab yang meluncur untuk melepaskan. Heatsink dirancang agar lebih kuat daripada dua slot lainnya dan berpotensi melakukan pendinginan pekerjaan yang lebih baik. Semua itu dikatakan, dua slot M.2 pertama didukung oleh chipset: hanya slot M.2 ketiga yang menggunakan jalur PCIe dari CPU. Selain slot M.2 untuk penyimpanan, XPower Gaming AC memiliki port U.2 (juga dari chipset) dan total 10 port SATA dengan delapan umpan dari chipset dan dua dari pengontrol ASMedia.

Untuk para overclocker, MSI menerapkan beberapa fitur yang sangat berguna, terutama ketika mendorong batas. Di sudut kanan atas, oleh LED debug, adalah tombol plus dan minus yang digunakan untuk overclock baik BCLK dan Rasio CPU saat di Windows. Tepat di sekitar area tersebut adalah titik baca tegangan yang mencakup domain tegangan utama termasuk Vcore. Ini juga memiliki jumper untuk memaksa masuk BIOS melewati kesalahan, BIOS ganda, dan bahkan switch mode lambat yang digunakan untuk melewati POST pada kecepatan clock rendah yang meningkatkan stabilitas saat menggunakan nitrogen cair dan overclock ekstrim.

Kinerja pada XPower Gaming AC sangat baik di sekitar dengan itu mendarat di bagian atas hasil di hampir semua pengujian. Kekuatannya menggunakan hasil yang sedikit lebih tinggi daripada kebanyakan motherboard yang telah kami uji, dalam pengujian idle lama dan OS idle kami, tetapi hanya dengan beberapa watt yang melewatkan kurva lonceng. Daya beban menemukan dirinya kembali dengan perangkat lain yang kami uji, tetapi masih di bagian bawah mencari papan yang lebih efisien. Waktu boot juga berada di sisi trailing rata-rata tetapi berhasil menjadi yang tercepat kedua (lima) board MSI X299 yang kami uji. Tampaknya papan MSI menyelesaikan satu atau dua tick lebih lambat daripada kebanyakan board lainnya dalam tes waktu POST kami.

Di jalan konektivitas USB, XPower memiliki USB 3.1 (10 Gbps) Tipe-A dan Tipe-C pada panel belakang, dengan port berjalan dari pengendali ASMedia 3142 terbaru dan lebih efisien. Selain panel belakang, motherboard memang memiliki header untuk panel depan USB 3.1 (10 Gbps) juga. Sebuah hub ASMedia 1074 mengontrol enam port USB 3.1 (5 Gbps) di panel belakang, sementara chipset X299 mengelola empat port USB 3.1 dan enam USB 2.0 antara header dan panel belakang.

Tugas jaringan semuanya Intel – port kabel ditangani oleh Intel I219-V dan I211AT Gigabit LAN controllers dan kartu nirkabelnya adalah AC 8265. Audio datang melalui solusi Realtek ALC1220 yang ditingkatkan.

Hasil overclocking manual cocok dengan kebanyakan papan X299 lainnya menggunakan CPU baru. Untuk overclocking otomatis, board ini, seperti yang dilakukan M7 ACK, masih menerapkan profil tegangan terlalu agresif terlalu dini saat menggunakan Game Boost.

Menjadi motherboard andalan, itu datang dengan harga premium. Saat ini kami dapat menemukan MSI X299 XPower Gaming AC seharga $ 440. Titik harga ini menempatkannya pada ASUS Prime X299-Deluxe yang baru-baru ini kami ulas pada $ 475, GIGABYTE X299 Designare EX pada $ 450, Dan akhirnya ASRock andalannya Fatal1ty X299 Professional Gaming i9 XE dengan harga di bawahnya sebesar $ 390.
Strategi MSI X299

MSI’s X299 XPower Gaming AC memegang posisi unggulan saat ini dari jajaran MSI, dan menjadikan rumahnya di segmen Gaming Enthusiast bersama dengan X299 Gaming M7 ACK. Saat ini ada total tiga papan dalam hierarki Gaming Kinerja, dengan garis Arsenal yang membawa papan Tomahawk. MSI memiliki lineup Pro standar untuk opsi hemat biaya yang memiliki fitur sedikit lebih sedikit.

AORUS X470 Gaming Motherboards Review

Produsen motherboard dan kartu grafis terkemuka GIGABYTE TECHNOLOGY Co. Ltd, merilis motherboard AORUS X470 Gaming baru berdasarkan pada Chipset AMD X470. Peluncuran ini mengikuti pengumuman prosesor AMD Ryzen ™ Generasi Kedua dan motherboard sendiri mewakili puncak kinerja pada platform AMD baru ini dengan menggunakan desain daya yang diperbarui dengan fase daya hingga 10 + 2, konektivitas masa depan dengan USB Type- C serta peningkatan kemampuan Audio dan Wi-Fi. Semua ini disembunyikan oleh desain motherboard baru secara keseluruhan yang lebih baik menampilkan kenaikan dominan elang AORUS.

Motherboard AORUS X470 pertama yang ada di pasaran adalah WIFI AORUS GAMING 7 X470, WIFI AORUS GAMING 5, dan AORUS ULTRA GAMING. Pemilihan papan ini mencakup spektrum titik harga dan fitur yang luas sambil memberikan semua kinerja dan hal baru dari chipset baru, termasuk jalur Gen3 PCIe yang memungkinkan dukungan untuk konfigurasi 2-Way CrossFire / SLI.

Dibangun dengan teknologi 12 nm dan menggunakan soket AM4 yang sudah lama, CPU AMD Ryzen ™ 2 Generasi baru menawarkan peningkatan kinerja lebih dari 10% dibandingkan pendahulunya dan disajikan dengan berbagai model di mana unggulan Ryzen ™ 7 2700X adalah prosesor dengan 3,7 GHz base clock dan 4,35 GHz boost clock disertai dengan Ryzen ™ 7 dan Ryzen ™ 5 CPU lainnya mulai dari 6 core dan 12 thread hingga 8 core dan 16 thread.

Motherboard AORUS X470 membanggakan hingga 10 + 2 fase daya menggunakan semua solusi VRM digital dari IR dipasangkan dengan konfigurasi input 8 + 4 konektor pin padat, menyediakan pengiriman daya yang sangat presisi dengan tingkat keandalan server. Setiap fase daya mampu menyediakan hingga 50A daya ke komponen yang paling haus energi dan sensitif energi.

Area kritis motherboard ini menggunakan desain termal canggih baru dengan area permukaan pembuangan panas hampir 300% lebih besar dari heatsink tradisional melalui penerapan Stacked Fin, yang disebut teknologi Fins-Array untuk kemampuan pendinginan VRM yang tak tertandingi. Selain itu, fitur heatsink baru Heatpipe dengan Direct Touch untuk transfer panas yang ditingkatkan. Penggunaan Base Plate Armor di area ini semakin meningkatkan kualitas fondasi platform yang dibawa oleh motherboard AORUS X470 yang baru.

Kualitas audio onboard yang menampilkan codec Realtek ALC1220-VB yang diperbarui dan ESS SABER DAC teleports pengguna ke ranah medan perang virtual, kisah-kisah epik, dan konser yang semarak dengan pengalaman suara yang paling imersif. Peningkatan ini menghadirkan getaran dari mikrofon depan / belakang hingga SNR 110/114 dB dan menghadirkan keuntungan tersendiri bagi para gamer yang lebih suka menggunakan audio panel depan untuk mendengar lawan mereka dan berkomunikasi dengan tim mereka.

Sejumlah opsi konektivitas yang komprehensif tersedia pada motherboard AORUS X470 ini, termasuk desain slot PCIe x4 M.2 SSD ganda untuk siapa saja yang mencari kinerja penyimpanan hingga 32 Gb / dt menggunakan NVMe drive dan bahkan memungkinkan berbagai mode RAID. Diarahkan dengan M.2 Pengaman Termal untuk mencegah throttling termal pada perangkat tersebut, motherboard memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kecepatan transfer tertinggi setiap saat. Dengan munculnya koneksi USB 3.1 Tipe-C, semua motherboard AORUS X470 menyertakan header panel depan, meletakkan fondasi untuk chassis masa depan dan perangkat eksternal.

Kecepatan hingga 1,73 Gb / s melalui koneksi nirkabel sekarang menjadi kenyataan pada motherboard AORUS X470 yang dilengkapi dengan Intel® Wireless 802.11ac Wave 2 generasi berikutnya, bahkan melebihi koneksi kabel. Streaming video yang lancar dan kualitas permainan yang dicapai dengan koneksi Wi-Fi 4x lebih cepat adalah perubahan permainan untuk berbagai bentuk hiburan yang populer di dunia saat ini.

Motherboard AORUS X470 menyertakan teknologi bawaan tambahan dengan penekanan pada kinerja, gaya, dan daya tahan. Prosesor AMD Ryzen ™ Generasi ke-2 benar-benar mendapat manfaat dari memiliki teknologi pendinginan pendamping yang kuat seperti Smart Fan 5 yang terkenal, dengan kombinasi fitur perangkat keras dan perangkat lunak, menjaga sistem tetap sejuk bahkan saat melaksanakan tugas yang sangat menuntut pada tingkat kinerja puncak. Kemungkinan kustomisasi lebih besar dari sebelumnya pada platform AMD baru ini dengan total 4 header untuk strip lampu LED eksternal. Dukungan tambahan untuk LED Digital memungkinkan untuk pola dan gaya yang hampir tidak terbatas.

Desain baru yang ditemukan pada motherboard ini terinspirasi oleh sayap elang. Kontur ramping dari I / O armor menyerupai bentuk sayap sementara tanda cakar dan desain aliran udara mewakili fitur aerodinamis sayap yang mengesankan. Akhirnya mungkin untuk memanfaatkan setiap sedikit kinerja dari CPU AMD Ryzen ™ yang baru dan memenuhi impian gaming Anda dengan motherboard AORUS X470 Gaming.