✕ Close

Review Casing Gaming PC : VenomRX Ultron

Google Adsense Here

VenomRX Merupakan salah satu merek casing yang cukup dikenal di kalangan pengguna PC Indonesia. Banyak pengguna PC, terutama gamer, yang jatuh hati dengan produk VenomRX karena memiliki desain dan fitur yang mendekati casing gaming high-end. Menariknya, casing dari VenomRX umumnya dipasarkan di harga yang cukup murah untuk kelas fitur yang ditawarkan.

Google Adsense Here

AXCXVenomRX Ultron ini adalah sebuah casing mid-tower berharga di kisaran Rp 500 ribu yang ditujukan untuk gamer yang ingin memiliki casing berkualitas baik dengan dana terbatas. Sesuai dengan janji kami pada artikel sebelumnya, berikut artikel review yang akan mengulas fitur-fitur casing VenomRX Ultron ini.

Spesifikasi

Pengujian

Di pengujian kali ini, kami menggunakan hardware-hardware berikut yang akan dirakit ke dalam VenomRX Ultron.

  • PSU: CoolerMaster G750M
  • Motherboard: Gigabyte Z97X-SOC Force
  • Prosesor: Intel Core i7 4790K.
  • Cooling : Corsair H50
  • Memori: Corsair Dominator Platinum DDR3 2666 2×4 GB
  • VGA Card: GALAX GTX 980 HOF
  • Storage: SSD Corsair Neutron GTX, WD 500 Black, WD Velociraptor 300 GB 10000 RPM

Mari kita pasang perangkat-perangkat tersebut ke dalam casing ini!

Pertama-tama kami mencoba akan memasang SSD ke dalam casing ini. Terlihat di atas ruangan penyimpanan harddisk 3,5″, terdapat sebuah bracket khusus yang diperuntukan untuk SSD/harddisk berukuran 2.5″.

Kami dapat dengan mudah meletakan SSD pada bracket khusus ini dan mengunci SSD yang digunakan dengan 2 baut yang telah tersedia pada paket penjualan casing ini. Setelah memasang SSD, kami memasang harddisk 3.5″ ke dalam casing ini. Sebelum melakukan pemasangan bracket 3.5″ pada harddisk pengujian, kami harus menempelkan foam anti-getar pada bracket. Ini akan membantu mengurangi bunyi menganggu akibat getaran harddisk ketika bekerja.

Di setiap bracket harddisk 3.5″, terdapat petunjuk yang akan mempermudah pengguna casing ini untuk memasangnya ke harddisk. Setelah bracket harddisk 3.5″ terpasang sempurna, kami langsung memasukan harddisk ini ke tempat yang telah disediakan dalam casing ini. Pengguna cukup dengan mendorongnya harddisk yang telah dilengkapi bracket ke tempat yang tersedia, mekanisme pengunci akan otomatis menahan harddisk di tempatnya.

Harddisk 3.5″ dan SSD yang telah terpasang sempurna di dalam casing VenomRX Ultron. Setelah melakukan pemasangan storage, kami melanjutkan pemasangan optical drive ke dalam casing ini. Pemasangan optical drive ke dalam casing ini dapat dilakukan dengan mudah.

Setelah optical drive masuk dengan sempurna, kami mengunci optical drive ini dengan menggunakan baut khusus yang telah disediakan. Baut tersebut dapat dipasang tanpa obeng, sehingga mempermudah pengguna dalam merakit sistem ke casing ini.

Selah memasang storage dan optical drive, kami melanjutkan perakitan sistem dengan memasang PSU. Hal yang perlu dilakukan dalam pemasangan PSU adalah memposisikan PSU dari dalam casing ke tempat yang tersedia. Setelah itu, baut PSU dari luar casing.

Setelah melakukan pemasangan PSU, kami mulai mencoba merapikan kabel-kabel yang ada. Kami melihat bahwa lubang-lubang sistem cable management casing ini tidak dilengkapi dengan karet pengaman. Hal itu membuat kami harus hati-hati dalam memasukan kabel-kabel PSU yang ada agar tidak merusak sleeving kabel PSU.

Masih dalam hal cable management, untuk memasang kabel CPU 8-pin 12V+, kami melepaskan penutup bagian atas casing terlebih dahulu. Setelah melepaskan fan, akhirnya kami dapat dengan mudah memasang kabel CPU 8-pin 12V+ ke motherboard. Hal ini dilakukan karena lubang cable management untuk kabel tersebut terlalu sempit. Setelah kabel terpasang, kami memasang kembali kipas di bagian atas.

Setelah PSU dan motherboard terpasang, kami melanjutkan perakitan sistem dengan memasang radiator watercooling berukuran 120mm pada bagian belakang casing ini. Untuk pemasangan radiator 120mm pada casing ini, pengguna tidak dapat memasang radiator berdempetan langsung dengan casing, karena akan berbenturan dengan slot ekspansi casing ini. Pengguna harus terlebih dahulu memasang sebuah fan pendingin yang akan memberi jarak antara radiator dengan ventilasi belakang casing ini.

Di awal pengujian, kami mencoba memasang sebuah watercooling AIO yang menggunakan radiator berukuran 240 mm. Namun, saat kami mencoba memasang radiator berukuran 240 mm pada bagian atas casing ini, radiator 240mm ini berbenturan dengan optical drive.

Satu-satunya cara untuk menggunakan radiator 240 mm di casing ini adalah dengan melepas optical drive. Sayangnya, bagian atas tersebut tampaknya memang tidak didesain untuk mengakomodasi radiator watercooling AIO. Terbukti, ketika melanjutkan perakitan sistem, kami mendapati posisi radiator tersebut menganggu pemasangan motherboard. Komponen motherboard yang kami gunakan membentur bodi radiator dan menghambat perakitan sistem.

Untuk pemasangan expansion card, pengguna harus mematahkan penutup slot dari casing VenomRX Ultron ini. Perlu diketahui, setelah penutup slot dilepas, penutup ini tidak bisa dipasang lagi ke casing. VenomRX sendiri juga tidak menyediakan penutup tambahan untuk menutup slot yang telah terbuka.

Setelah memasang VGA card pengujian, kami langsung mengunci VGA card dengan baut yang telah tersedia di dalam paket penjualan casing ini. Untuk baut pengunci slot PCI, VenomRX hanya menyediakan baut pengunci standar, bukan baut thumbscrew yang biasanya ditemukan pada paket penjualan sebuah casing gaming kelas premium.

Casing VenomRX Ultron ini dapat dengan mudah menampung sebuah VGA card high-end GALAX GTX 980 HOF yang memiliki panjang melebihi motherboard pengujian serta dilengkapi dengan heatsink pendingin yang berukuran besar.

Ketika ingin memasang penutup kiri-kanan casing, kami mendapati ruang yang tersedia untuk cable management di sisi kanan casing ternyata kurang luas. Kami mengalami kesulitan ketika akan memasang penutup kanan casing. Juga, lubang-lubang cable management terasa terlalu dekat dengan motherboard, sehingga membuat posisi kabel agak sulit.

Selain sistem cable management, casing VenomRX Ultron ini juga dilengkapi dengan sistem fan-controller yang jarang ditemukan pada casing di harga Rp 500 ribuan.

Side panel kiri milik casing VenomRX Ultron ini dilengkapi dengan acrylic window, sehingga pengguna casing ini dapat melihat dan memamerkan komponen PC yang telah mereka rakit ke dalam casing ini. Selain itu, pengguna casing ini masih dapat menambahkan sebuah fan pendingin berukuran 120mm pada side panel kiri casing ini.

Setelah berhasil merakit komponen pengujian ke dalam casing ini, kami juga mencoba menyalakan sistem PC yang telah kami rakit untuk melihat efek lampu LED biru yang dihasilkan oleh fan pendingin berukuran 120mm yang terletak pada bagian depan casing ini.

Tidak hanya fan pendingin yang dilengkapi dengan lampu LED Biru, bagian front-panel casing VenomRX Ultron ini juga dilengkapi dengan lampu LED berwarna biru yang akan menyala ketika sistem PC dinyalakan.

Google Adsense Here